Senin, 10 Januari 2011

ALBUM Duka Dan Lukaku EVIE TAMALA

Album
Duka dan Lukaku

Artis
Evie Tamala

Penata Musik
Alik Ababiel

Produksi
Evieta Project/Blackboard/PT SSS

Tahun
1996




Daftar lagu

Side A
• Duka, cipt. Evie Tamala
• Sedingin Salju, cipt. Rhoma Irama
• Lilin-lilin Putih, cipt. Evie Tamala
• Teman Biasa, cipt. Rhoma Irama
• Tangis dan Tawa, cipt. Evie Tamala
• Tanda Merah, cipt. Rhoma Irama
• Luka Di Atas Luka, cipt. Evie Tamala

Side B
• Lukaku, cipt. Rhoma Irama
• Kata Hati, cipt. Evie Tamala
• Surat Cerai, cipt. Rhoma Irama
• Gelora Cinta, cipt. Evie Tamala
• Srigala Berbulu Domba, cipt. Rhoma Irama
• Nada-Nada Cinta, cipt. Evie Tamala
• Kejam, cipt. Rhoma Irama


Bagi yang tidak mengikuti lagu-lagu Evie Tamala dari awal, mungkin mengira lagu Duka dalam album ini adalah lagu baru. Baru dalam arti aransemennya memang iya, tapi lagu ini sebenarnya sudah ada dalam album Bintang-Bintang MSC dan sudah beredar beberapa tahun sebelumnya. Dalam album Duka dan Lukaku ini, lagu Duka diaransemen ulang oleh Alik Ababiel, dan hasilnya benar-benar mengagumkan.

Lagu Duka yang diciptakan oleh Evie Tamala sendiri dengan dilatarbelakangi kesedihan Evie Tamala sepeninggalnya sang ibunda, benar-benar mampu menarik minat masyarakat. Ditambah lagu-lagu hasil karya sang Raja Dangdut yang popular pada masanya, album Duka dan Lukaku ini kembali mencetak sukses, seperti album-album Evie Tamala sebelumnya.

Yang patut dibanggakan lagi, album Duka Dan Lukaku ini diproduseri sendiri oleh Evie Tamala dengan Evieta Projectnya. Dan selanjutnya memang Evie Tamala lebih memilih untuk memproduseri album-albumnya sendiri.



Syair Lagu


• Duka, cipt. Evie Tamala

Kemana langkah kakiku berpijak, slalu kubawa dirimu di jiwa. Bayang-bayang menggoda halus menembus rasa. Saat –saat bahagia telah berganti duka.
* Seandainya aku mampu membuat dirimu kembali, hati ini takkan beku karna merasa sendiri.
Seandainya aku mampu membuat dirimu kembali, hati ini takkan beku karna merasa sendiri.
Bagai mimpi saat kusadari, dirimu kini tiada disisiku lagi.


• Sedingin Salju, cipt. Rhoma Irama

Pandangan matamu tiada mesra lagi. Belaian tanganmu tiada lembut lagi. Kehangatan cinta darimu oh sayang tak lagi kurasa.
Mengapa sikapmu tak seperti dulu. Dinginnya sikapmu oh sedingin salju.
* Apakah ada salahku yang menyakiti hatimu.
Ataukah kau telah jemu dengan kasih dan sayangku. Kalau demikian baik kau lepaskan, akupun tak mau kalau kau paksakan.
Pandangan matamu tiada mesra lagi, belaian tanganmu tiada lembut lagi. Tanpa sepatahpun kata kau ucapkan sebagai alas an. Membuat diriku tak pecaya lagi kepada semua rayu laki-laki.



• Lilin-Lilin Putih, cipt. Evie Tamala

Lilin-lilin putih berilah terangmu. Lilin-lilin putih temanilah aku. Sepi sendiri dimalam ini, tiada kasih yang menemani.
Lilin-lilin putih katakan padanya, lilin-lilin putih kumerindukannya.
*Cerita cintaku dia telah tau, derita hatiku dia juga tau.
Siapa diriku dia pun tlah tau, bagaimana aku semuanya dia tau.
Denganmu lilin putih, temani lah aku malam ini.



• Teman Biasa, cipt. Rhoma Irama

Keramahanku kepadamu, kebaikanku kepadamu bukan berarti bahwa aku cinta kepadamu, bukan berarati bahwa aku ini kekasihmu.Tapi sikapmu kepadaku seakan aku kekasihmu.
* Sejak aku kenal padamu kau kuanggap teman yang biasa.
Sungguh aku tiada menduga kala engkau menyatakan cinta. Rupanya aku membuat engkau jatuh cinta…
Janganlah lagi kau nyatakan rasa cintamu kepadaku, karena sesungguhnya aku tak menyintaimu. Tak mungkin kupaksakan untuk menyintai kamu.
Mulai sekarang kau anggaplah diriku ini teman saja.



• Tangis dan Tawa, cipt. Evie Tamala

Pertemuan, perpisahan slalu datang dan bergantian. Rasa cinta yang membara tiba-tiba pupus musnah. Tangis dan tawa hiasi hidup manusia. Tangis dan tawa menyertai langkah kita.Pertemuan ……
* Bagaimanapun pedih rasa di jiwaj janganlah sampai tertetes air mata.
Walaupun berat beban menghimpit jiwa canda dan tawa tampak dipandang mata.
Walau dalamnya luka dan duka, slalu tampak riang dan gembira.



• Tanda Merah, cipt. Rhoma Irama

Berkerut keningku melihat tanda merah nampak di lehermu nyata bekas kecupan. Kecupan mesra entah dari siapa.
Tanda merah itu oh membakar hatiku, bekas bibir itu membuat ku bertanya apakah engkau menghianati cinta.
* Adakah orang lain selain diriku. Adakah cinta lain selain cintaku, pabila ada katakan siapa.
Adakah orang lain selain diriku. Adakah cinta lain selain cintaku, pabila ada katakan siapa.



• Luka Di Atas Luka, cipt. Evie Tamala

( Kalau memang ini keputusan Tuhan aku rela menerimanya. Betapapun harus kurasakan sakit dan pedihnya. Kasih, aku takkan menangis, walaupun harus berakhir dengan perpisahan )
Rasa tak percaya aku mendengarnya, dia putuskan cinta dengan tiba-tiba. Mengapa dia tambah pula dengan menuduhku, khianati cinta dengan perbuatan nista. Rasa tak percaya aku mendengarnya.
*Masih terasa sakit atas putusannya, bertambah pedih dengan semua tuduhannya.
Umpama luka telah tergores di tubuh, disiram pula dengan asam cuka.
Sungguh derita diatas derita, sungguh luka diatas luka.



• Lukaku, cipt. Rhoma Irama

Belum kering lukanya hatiku, luka bekas kau sakiti dulu. Tapi kini engkau kembali memohon, megharapkan cintaku.
Sebelum kau kembali padaku, baik puaskan dulu hatimu dari cinta ke lain cinta. Turutkan, puaskanlah hatimu. Nanti baru kau datang padaku…
* Kini carilah olehmu kasih pengganti dirku.
Lalu bandingkan olehmu, cintanya dengan cintaku. Setelah itu kau baru tahu betapa besar cintaku padamu.



• Kata Hati, cipt. Evie Tamala

Bukan karena wajah ku menyintaimu, bukan karena harta ku menyayangimu. Karna ketulusanmu yang menyentuh hati, karna kelembutanmu serta kasih sayangmu. Yang membuat ku terharu, sikapmu yang selalu mengerti.
*Gairah hidupku sejak kehadiranmu, tiada lagi malam sepi bisu.
Tak akan tergoyah cintaku kepadamu walaupun musim selalu berganti
Apapun terjadi ku kan di sisimu, apapun terjadi ku kan mendampingimu


• Surat Cerai, cipt. Rhoma Irama

Sejak pertengkaran minggu lalu kau tak pernah pulang ke rumah. Tak kusangka kau semarah itu, hingga kau pergi tak kembali.Tak kusangka.
* Sampai di suatu hari kuterima sepucuk surat darimu.
Dengan berdebaran hati kubuka sampul surat kemudian kubaca.
Betapa hancur luluh hatiku setelah aku baca suaratmu.
Rupanya pertengkaran yang lalum embuat perpisahan kita. Surat cerai yang kau kirim itu kuterima tanpa berdaya. Tak berdaya.


• Gelora Cinta, cipt. Evie Tamala

La..la..la..li..la..( 4x )
Teramat indah saat pertama, sebelum takdir memisah kita. Tiada terduga kini berjumpa, setelah lama masa berpisah. Gelora gelora cinta, gelora geloranya asmara. Gelora gelora cinta, kini kembali membara.
*Masa lalu, masa-masa lalu biarkan berlalu.
Mari kita menyatukan hati dengan langkah pasti.
Biarkanlah masa-masa silam, jadikanlah sebagai kenangan.



• Srigala Berbulu Domba, cipt. Rhoma Irama

Semua telah kuserahkan padamu wahai kekasih. Banyak sudah yang kukorbankan untukmu wahai kekasih. Setelah kau dapatkan semua dariku, dengan begitu mudahnya aku kau campakkan.
Begitu manis rayuanmu begitu mesra katamu. Sepenuhnya aku percaya tanpa merasa curiga. Kau tutupi sifatmu dengan warna madu. Rupanya engkau srigala yang berbulu domba.
Tertawa puas engkau tertawa, dan bangga setelah memperdaya.
Tetapi ada yang kau lupakan, hukuman dan keadilan tuhan. Tiada dosa bebas tanpa balas.
Sebelum aku memaafkan sebelum kau relakan, kemana langkahmu berjalan pasti dalam ketakutan. Walau dengan siapa kau berumah tangga, tak mungkin engkau bahagia dengan beban dosa.


• Nada-Nada Cinta, cipt. Evie Tamala

Tiada orang lain selain dirimu. Tiada cinta lain selain untukmu. Engkaulah kasihku belahan jiwaku. Disetiap waktuku kau menyertaiku. Sisa-sisa hidupku kutempuh denganmu.
* Tiada hari-hari yang aku lalui, tanpa dirimu kasih ada di sampingku.
Seribu cobaan yang aku rasakan, dapat aku tahan karena engkau sayang.
Kudapatkan ilham untuk lagu-laguku, kau yang memberikan nada-nada cintaku.



• Kejam, cipt. Rhoma Irama

Sungguh kau suami yang kejam, yang tiada berperasaan. Bila engkau marah aku yang jadi sasaran. Aku kau perlakukan bagai seekor hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan, aku tak tahan ku tak tahan.
* Sesuka hatimu engkau menjatuhkan tangan. Jerit tangisku tiada engkau hiraukan.
Kau tahu aku hanya seorang perempuan, cuma menangis takkan bisa melawan. Kejam ho…kejam.
Bila aku salah berkata maka tanganmu yang bicara. Rupanya kau pikir tanpamu aku tak makan, hingga aku kau perlakukan aku seperti hewan.
Lepaskanlah aku lepaskan, aku tak tahan ku tak tahan.


( gambar diambil dari site evitamala.com )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar